Hajat seorang lelaki obes seberat 286 kilogram (kg) untuk kembali kurus dan menikmati kehidupan normal tidak kesampaian apabila dia meninggal dunia.Mohamad Faisal Md. Ali, 29, yang pernah mendapat perkhidmatan jurulatih kecergasan peribadi percuma pada Oktober lalu menghembuskan nafas terakhir di pangkuan ibunya, Kamsah Mat Noor, 57, akibat sesak nafas.
“Ketika itu saya melihat wajah Faisal berpeluh dan dia semacam sukar bernafas. Saya tepuk-tepuk pipinya dan meminta abangnya supaya segera memanggil Dresar (Pembantu Perubatan) dari Klinik Kesihatan Batu Rakit untuk melihat keadaan anak saya
“Tidak lama selepas Dresar sampai dan memeriksa Faisal, anak saya disahkan sudah tiada,” katanya ketika ditemui pemberita selepas pengebumian Allahyarham Faisal.
Anak bongsu daripada lima beradik itu sebelum ini terlantar di Hospital Sultanah Nur Zahirah Kuala Terengganu kira-kira dua bulan akibat sesak nafas dan baru pulang ke rumah empat hari lalu.
Mengulas antara permintaan akhir anaknya sebelum meninggal dunia, Kasma berkata ketika sedang mendapatkan rawatan di hospital, arwah anaknya pernah memintanya membuatkan makanan kegemarannya iaitu nasi kerabu.
Ads
“Tapi saya beritahu pada dia tak boleh, Doktor tak bagi. Sepanjang di hospital memang Faisal hanya diberikan minum susu enam kali sehari oleh doktor,” katanya sebak.
Kasma yang juga seorang pengusaha kuih-muih di kampung tersebut berkata pemergian Faisal satu kehilangan besar baginya kerana selama ini arwah antara anak yang rajin membantunya membuat kuih-muih untuk jualan harian.
Ads
“Arwah juga seorang yang periang, boleh kata dia merupakan penghibur kepada keluarga kami, Makcik akan rindu senda gurau Faisal nanti,” katanya.
Dalam pada itu, jenazah Mohamad Faizal selamat dikebumikan di Tanah Perkuburan Mengabang Telipot .Jenazah lelaki obes itu diturunkan dengan penakal menerusi bantuan jentolak di dalam liang lahad.
Ads
Gentleman semua dah baca MASKULIN?
Download dekat
je senang
Ada hal yang sebenarnya sederhana akan tetapi tidak banyak umat muslim yang mengetahui akan hal ini dan masih malu untuk menanyakan perihal berhubungan dengan mencukur bulu kemaluan. Perlu anda ketahui jika mencukur bulu kemaluan adalah salah satu sunnah dari Rasulullah SAW dan menjadi fitrah yang baik sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah ra, “Fitrah ada 5: khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, potong kuku, dan mencabut bulu kemaluan.” (HR. Bukhari 5891 dan Muslim 257).
Dari beberapa hadith yang mengatakan tentang kesunnahan mencukur bulu kemaluan, para ulama kemudian sepakat jika hukum mencukur bulu kemaluan adalah sunnah atau dengan kata lain dianjurkan. Akan tetapi, terjadi perbedaan pendapat dalam masalah mencukur atau mencabut bulu kemaluan tersebut.
Madzhab Hanafiyah mengatakan jika sunnahnya merupakan mencabut, akan tetapi madzhab Maliki mengungkapkan sebaliknya yakni sunnahnya bukan mencabut namun mencukur. Selain itu, madzhab syafi’i juga mempunyai pandangan yang berbeda yakni membedakan muslim yang masih single dengan perempuan yang sudah lanjut usia. Untuk kaum wanita muslim yang masih muda maka disunnahkan untuk mencabut bulu kemaluan. Sedangkan untuk wanita yang sudah lanjut usia, disunnahkan untuk mencukurnya saja.
Sedangkan madzhab Hambali atau Imam Ahmad berpendapat jika sunnahnya adalah mencukur dan pendapat terakhir ini disetujui Lembaga Kajian Fatwa Arab. lembaga tersebut mengungkapkan jika manfaat dari sunnah mencukur bulu kemaluan adalah untuk menjaga kebersihan di sekitar alat vital dan juga meningkatkan pembuluh darah saat berjima dan terhindar dari penyakit karena bakteri yang tumbuh serta berkembang biak diantara bulu kemaluan tersebut.
Hadith Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam
Dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada sepuluh hal dari fitrah (manusia); Memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu pubis dan istinjak (cebok) dengan air. ” (H.r. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa’i, dan Ibn Majah).
Dalam hadits diatas memperlihatkan jika mencukur bulu atau pun rambut tertentu hukumnya adalah disyariatkan dan tidak dilarang.
Sementara dalam riwayat lainnya yakni dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada lima hal termasuk fitrah; Istihdad, khitan, memangkas kumis, mencabut bulu kemaluan, dan memotong kuku.” (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya)
Kemudian, Imam as-Syaukani memberi penjelasan, Istihdad adalah mencukup bulu kemaluan. Digunakan istilah istihdad, yang artinya mengunakan pisau, karena dalam mencukurnya digunakan pisau. Sehingga bisa dilakukan dalam bentuk dicukur (habis), dipotong (pendek)… (Nailul Authar, 1: 141)
but bulu kemaluan.” (HR. Bukhari 5891 dan Muslim 257).
Dari beberapa hadith yang mengatakan tentang kesunnahan mencukur bulu kemaluan, para ulama kemudian sepakat jika hukum mencukur bulu kemaluan adalah sunnah atau dengan kata lain digalakkan. Akan tetapi, terjadi perbedaan pendapat dalam masalah mencukur atau mencabut bulu kemaluan tersebut.
Madzhab Hanafiyah mengatakan jika sunnahnya merupakan mencabut, akan tetapi madzhab Maliki mengungkapkan sebaliknya yakni sunnahnya bukan mencabut namun mencukur. Selain itu, madzhab syafi’i juga mempunyai pandangan yang berbeda yakni membedakan muslim yang masih single dengan perempuan yang sudah lanjut usia. Untuk kaum wanita muslim yang masih muda maka disunnahkan untuk mencabut bulu kemaluan. Sedangkan untuk wanita yang sudah lanjut usia, disunnahkan untuk mencukurnya saja.
Sedangkan madzhab Hambali atau Imam Ahmad berpendapat jika sunnahnya adalah mencukur dan pendapat terakhir ini disetujui Lembaga Kajian Fatwa Arab. lembaga tersebut mengungkapkan jika manfaat dari sunnah mencukur bulu kemaluan adalah untuk menjaga kebersihan di sekitar alat vital dan juga meningkatkan pembuluh darah saat berjima dan terhindar dari penyakit karena bakteri yang tumbuh serta berkembang biak diantara bulu kemaluan tersebut.
Bolehkah Suami Mencukur Bulu Kemaluan Isteri Atau Sebaliknya ?
Ada sebagian umat muslim pasangan suami istri yang mempertanyakan apakah boleh istihad dilakukan oleh suami karena alasan suami tidak susah saat mencukur bulu kemaluan sendiri dan supaya lebih mesra dan alasan lainnya?. Saat suami membantu istri melakukan istihdad, maka pastinya juga akan melihat aurat yang dimiliki istri atau sebaliknya dan terdapat dua pendapat ulama mengenai hal tersebut.
Ulama yang memakruhkan memiliki dalil dengan hadits riayat Aisyah radhiyallahu ‘anha yang berkata, “Aku tidak pernah memandang kemaluan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali”. (HR. Ibnu Majah)
Mubah
Pendapat jumhur ulama yang menilai hadits Aisyah tersebut dhaif seperti yang disebut Al Hafizh Ibnu Rajab. Selain itu dalil lain adalah riwayat Aisyah dalam Bukhari dan Muslim yang berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dari satu bejana antara aku dan beliau. Kemudian beliau bergegas-gegas denganku mengambil air, hingga aku mengatakan: tinggalkan air untukku, tinggalkan air untukku”. Ia berkata; “Mereka berdua saat itu dalam kondisi junub”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam Fathul Bari dijelaskan jika ulama seperti Ad Daudi berdalil dengan hadits berhubungan dengan suami yang memandang aurat istri. Sedangkan hadits lain yang dijadikan pegangan untuk memperbolehkan suami melihat aurat istrinya adalah dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jagalah auratmu kecuali dari istrimu”. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud, hasan)
Ibnu Hajar Al Asqalani juga memberi penjelasan jika hadith ini memperlihatkan boleh suami melihat aurat istri. Ibnu Hazm Azh Zhahiri juga menegaskan, “Boleh bagi suami untuk memandang ‘milik’ istri sebagaimana istri juga boleh memandang ‘milik’ suami. Hal itu tidak dianggap makruh sama sekali.”
Ada beberapa tip yang harus diperhatikan saat mencukur bulu kemaluan dalam ajaran agama Islam, seperti:
Siapkan alat cukur yang dikhususkan untuk mencukur bulu area kemaluan, gunting untuk merapikan, pisau cukur atau silet untuk mencukur habis.
Saat mencukur bulu kemaluan, sebaiknya jangan dilakukan dari bulu kemaluan yang lebat sampai benar-benar habis sama sekali. Awali dengan memotong sedikit lebih pendek di setiap minggunya dan dilanjutkan pada minggu berikutnya begitu pun selanjutnya. Awali dengan bidang dari sudut bulu kemaluan yang lebih kecil dan lebih kecil lagi dengan cara mencukurnya.
Tambahkan juga dengan lapisan sabun atau jeli yang baru setiap kali anda mencukur bulu kemaluan. Anda juga mungkin akan membutuhkan sedikit minyak diantara kulit yang halus terutama untuk anda yang memiliki kulit sensitif.
Merendam dengan air hangat atau memakai air hangat sebelum mulai mencukur bulu kemaluan berfungsi untuk melembutkan bulu di sekitar kemaluan tersebut sehingga akan lebih mudah di gunting atau di cukur sekaligus tidak memakan banyak waktu.
Oleh kerana kulit di sekitar kemaluan sangat tipis dan sensitif, maka tidak disarankan untuk mencabut bulu kemaluan sebab akan menimbulkan efek sampingan dan terasa sakit.
Cukurlah bulu kemaluan dengan arah pertumbuhan bulu dan amati pola ini sesudah anda memotong pendek bulu kemaluan tersebut. Untuk orang yang sudah berpengalaman bisa mencukurnya dengan arah berlawanan dari arah pertumbuhan rambut sesudah dilakukan pada arah serat kemudian memakai gerakan lembut sehingga hasil cukuran bisa bagus. Akan tetapi cara ini jangan dilakukan untuk anda yang baru bermula.
Pakai juga kaca berukuran besar yakni seukuran tubuh anda dan juga pencahayaan yang baik supaya hasil pencukuran bisa baik dan rapi.
Sesudah anda selesai mencukur, maka aplikasikan juga pelembap untuk menyegarkan dan menyejukkan area kulit kemaluan anda. Berhati-hati dengan wangian atau bahan tambahan dari pelembap yang akan menimbulkan iritasi kulit dan lebih baik gunakan babi oil untuk mengurangi iritasi sesudah selesai mencukur
SUMBER : DALAM ISLAM.COM
Gentleman semua dah baca MASKULIN?
Download dekat
je senang
Bila sebut tentang konsert jelajah, ramai bayangkan pentas megah, sorakan peminat dan dentuman speaker di stadium terbuka. Tapi untuk legenda rock tanah air, Wings, pentas kali ini bakal berada di lokasi yang cukup luar biasa iaitu di penjara!
Ya, anda tidak tersalah dengar. Sempena ulang tahun ke-40 penubuhan kumpulan ini, vokalis ikonik Datuk Awie mengumumkan perancangan sebuah siri jelajah konsert dalam penjara di seluruh negara. Ia merupakan satu idea yang bukan sahaja di luar kotak, malah penuh nilai kemanusiaan dan keberanian.
“Kami merancang untuk mengadakan konsert jelajah tapi kali ini bukan di tempat terbuka tetapi di penjara. Perkara ini sudah pun dibincangkan bersama Menteri Dalam Negeri.
“Beliau sudah pun bersetuju dan suka dengan projek ini dan mahu projek ini direalisasikan. Ini adalah sesuatu yang orang lain tidak fikirkan,” jelas Awie.
Konsert ini bukan sekadar mahu memecah sunyi dinding penjara dengan irama rock. Sebaliknya, ia menjadi satu bentuk terapi jiwa dan motivasi untuk para banduan – ramai antara mereka yang membesar dengan muzik Wings.
“Niat kami hanyalah untuk memberikan keriangan kepada mereka di dalam sana. Mereka hanya duduk di dalam sel dan tidak melihat apa yang berlaku di luar bertahun-tahun.
“Jadi, apalah salahnya kami memberikan sedikit hiburan agar mereka mendapat ketenangan dan ketenteraman,” kata Awie, penuh ikhlas.
Konsert ini bakal dijalankan sebagai sebahagian daripada program tanggungjawab sosial korporat (CSR) Wings dengan kerjasama Rumah Produksi Merah. Ia tidak melibatkan penjualan tiket dan memerlukan sokongan penaja bagi menjayakannya sepenuhnya.
“Saya harap anda semua dapat uar-uarkan perkara baik ini supaya kita mendapat sokongan daripada pihak penaja. Ini adalah program kebajikan. Sebaik sahaja ada penaja, kita akan teruskan projek ini,” tambahnya.
Sehingga kini, lebih 40 penjara di seluruh Malaysia telah diluluskan sebagai lokasi potensi, namun pemilihan akhir akan bergantung kepada bajet semasa. Jika perlu disaring, satu penjara di setiap negeri akan menjadi destinasi, dengan Penjara Kajang sebagai pembuka tirai.
Buat para lelaki yang membesar dengan era rock 90-an, inisiatif ini bukan sekadar nostalgia — ia adalah bukti bahawa muzik masih menjadi bahasa paling ampuh untuk menyampaikan mesej, menyentuh hati, dan menyatukan jiwa manusia tanpa mengira latar.
Siapa yang boleh meramal waktu sihat dan sakit kan. Akibat masalah kesihatan yang tidak baik menyebabkan lelaki ini, Tan Shafy dimasukkan ke dalam wad. Sepanjang berada di wad 6 kali pembedah telah dilalui oleh lelaki ini. Malahan ditahan selama 35 hari di dalam wad. Namun ada cerita menarik yang ingin dikongsikannya mengenai sekeping buku merah yang lusuh.
Sebelum ini, lelaki ini mempunyai satu habit yang akan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Iaitu menderma darah. Tanpa culas, itulah rutinnya. Rupa-rupanya, rutin itulah yang telah menyelamatkan bil keseluruhan rawatan hospitalnya yang berjumlah RM19713. Dan selepas subsidi dapatlah pengecualian sejumlah RM878. Tapi akhirnya, jumlah itu semua tak perlu pun dibayar walau satu sen.
35hari dalam wad.. 6 kali pembedahan..
Bila dibenarkan pulang oleh doctor penyakit dh beransur pulih.. Tapi jantung pulak rasa aktif lebih pada biasa bila ke kaunter HASIL…
Jumlah keseluruhan RM19.713. 00
Jumlah perlu dibayar dan subsidi dari kerajaan RM878. 00
Sy pun hulur buku merah ni pada kaunter.. Puan.. Buku merah sy ni boleh membantu sy ke untuk dapatkan diskaun… Selepas sahaja akaunten tu membelek buku merah sy terus dia print bill yg lain sambil tersenyum dan berkata.. En xperlu bayar apa2 pun…. Waktu tu sy rasa amat terharu dan sujub syukur.. Trima kasih kementerian kesihatan malaysia…..
Harapan sy selepas sahabat2 sy baca kesah sy ni boleh buat ape yg sy lakukan… 3 bulan sekali derma darah.. Lama kelamaan dapat meringankan beban kita bila kita trima rawatan dihospital nanti..
Anda xkan menyesal.. DERMA LAH DARAH..
Harapan saya selepas sahabat-sahabat saya baca kisah saya ini, bolehlah buat apa yang saya lakukan. Tiga bulan sekali menderma darah.
Lama kelamaan dapat meringankan beban kita bila kita terima rawatan di hospital nanti. Anda takkan menyesal. Jom derma darah!
Ini Kriteria Penderma Darah Yang Dicari
Berdasarkan info dari laman web rasmi Pusat Darah Negara (PDN), Kementerian Kesihatan Malaysia di bawah ini adalah senarai kriteria penderma darah yang layak menderma.
i) Berumur di antara 18-65 tahun untuk yang pernah menderma.
ii) Berumur di antara 18-60 tahun untuk pertama kali menderma.
iii) 17 tahun (perlu mendapatkan kebenaran bertulis daripada ibubapa/penjaga).
2. Berat badan 45kg ke atas.
Sumber : Tan Shafry
Via : Mingguan Wanita
Gentleman semua dah baca MASKULIN?
Download dekat
je senang
Ketahui bagaimana jam pintar GPS membantu pelari meningkatkan prestasi dengan data tepat, latihan berstruktur, dan pemantauan recovery. Panduan ini dedahkan 10 sebab kenapa ia pelaburan terbaik untuk pelari moden.