Meskipun lelaki menghasilkan jutaan sperma per hari (dibandingkan dengan perempuan yang melepaskan sel telur sejumlah 300-400 selama hidup mereka), faktor luaran seperti suhu dapat sangat mempengaruhi kesihatan sperma

1. Panas Berlebihan

Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali suhunya lebih dingin daripada bahagian tubuh yang lain. Untungnya, anatomi laki-laki dirancang untuk menciptakan jarak antara testis dan suhu tubuh. Jika suhu testis naik hingga menjadi 37˚C, pengeluaran sperma terhenti. Apabila produksi terganggu, ini dapat dilihat secara negatif pada sperma selama berbulan-bulan. Jadi, apa yang akan terjadi jika testis terdedah  panas sehingga menimbulkan kerosakan pada kemampuan reproduksi lelaki? Jumlah keseluruhan sperma tentunya menjadi lebih rendah.

2. Berendam Air Panas

Ada benarnya juga jika berendam air panas sering disebut sebagai penurun kesuburan bagi lelaki. Air panas atau bersuhu tinggi tidak baik untuk testis, bahkan 30 minit berendam di jakuzi atau mandi air panas dapat menurunkan produksi sperma untuk sementara. Rendaman air panas ini dapat mempengaruhi sperma untuk waktu yang sangat lama. Sperma memerlukan waktu yang sangat lama untuk menjadi “dewasa”, jika produksinya sudah terganggu akibat air panas, biasanya akan memerlukan setidaknya tiga hingga enam bulan untuk kembali normal.

IKLAN

3. Demam

Demam tinggi dapat mempengaruhi yang sama dengan berendam air panas pada sperma. Efeknya pun memakan waktu yang sama. Bergantung pada waktu daripada proses produksi sperma anda, konsentrasi sperma dapat menurun sampai 35% setelah demam. Jika anda sedang merancang untuk hamil, penting untuk menjaga kesihatan dan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit terutama yang menyebabkan demam.

4. Komputer riba

Peningkatan suhu ini memiliki kesan berbahaya yang sudah terbukti pada spermatogenesis (proses pembentukan gamet jantan). Jadi jika anda sedang mencuba miliki anak, letakkan komputer riba di atas meja.

IKLAN

5. Jenis seluar dalam lelaki

Perbezaan antara seluar dalam model boxer dengan seluar dalam normal tidak cukup besar dan tidak terlalu mempengaruhi perubahan jumlah sperma. Menggunakan seluar dalam model boxer memang lebih baik dibandingkan seluar dalam yang sendat,  jika sperma lelaki sedang dalam jumlah yang rendah. Tapi jika jumlah sperma dalam keadaan normal, model seluar  dalam apa saja tak masalah. Yang jelas, mengenakan seluar ketat seperti bicycle pants atau skinny jeans untuk jangka waktu yang lama merupakan idea yang buruk. Semakin sempit atau ketat seluar  lelaki, semakin buruk keadaan testis untuk menghasilkan sperma.

6. Kegemukan

Berlebihan berat badan bukan hanya mengganggu kesuburan wanita, tapi juga dapat mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan disfungsi seksual pada lelaki. Menurut sebuah penelitian tahun 2009 oleh WHO, lelaki yang awalnya subur namun kemudian mengalami kegemukan ternyata fungsi testisnya menurun drastik dan jumlah sperma menjadi lebih rendah secara signifikan. Namun, walaupun kegemukan dapat mengurangi jumlah sperma, ini tidak akan membuat lelaki mandul kecuali ia menderita obesiti atau berlebihan berat badan ekstrem.

IKLAN

7. Alkohol, dadah dan rokok

Tembakau, alkohol dan ganja dapat merosak fungsi seksual. Penyalahgunaan alkohol mempengaruhi kualiti dan penghasilan sperma secara negatif, sementara merokok mengganggu pergerakan sperma. Selain melambatkan keluarnya sperma, penelitian lain menunjukkan bahawa merokok dapat merosak DNA sperma dan meningkatkan disfungsi ereksi. Ganja juga tidak baik kerana telah terbukti mengurangkan  jumlah sperma, fungsi sperma  dan kesuburan lelaki secara keseluruhan.

8. Masalah Lain Yang Mempengaruhi Sperma

Beberapa keadaan fizik dan psikologi juga dapat mempengaruhi sperma secara negatif, termasuk: Penyumbatan mencegah sperma memasuki air mani. Penyumbatan yang disebabkan oleh cacat lahir, infeksi, trauma atau vasektomi.

Kelainan genetik. Kelainan kromosom dapat menyebabkan penurunan atau terhentinya produksi sperma. Faktor yang merugikan lainnya. Antibodi anti sperma, ketidakseimbangan hormonal, kanser testis, buah zakar yang tidak turun dan masalah seksual juga dapat mempengaruhi sperm